Jose Mourinho memberikan pujian pada kedahsyatan ball boy punya Liverpool waktu kemenangan menantang Barcelona di semi final Liga Champions. 

Ada yang istimewa dari kemenangan Liverpool atas Barcelona di semi final Liga Champions, yakni umpan sepakan pojok cepat yang dikerjakan oleh Trent Alexander-Arnold saat Barcelona tengah mengendalikan pertahanan. 

Umpan itu lalu sukses digunakan oleh Divock Origi yang sukses menendang bola ke gawang Barcelona yang dikawal Marc-Andre Ter Stegen. 
Tetapi, pujian malah ke arah pada pemain akademi Liverpool, Oakley Cannonier, yang saat itu sedang bekerja jadi ball boy. 

Remaja berumur 14 tahun itu selekasnya mengerti peranannya serta dengan cepat melempatkan bola baru ke lapangan waktu Barcelona tidak mengetahuinya. 

http://www.cooplareggia.it/index.php/en/?option=com_k2&view=itemlist&task=user&id=3205949

Dikutip 88prediksibola.com dari Metro, Jose Mourinho, yang sudah sempat benseteru dengan pejabat Manchester United sebab ball boydan bahkan juga minta tubuh amal Manchester United menyiapkan ball boy, suka lihat Liverpoolmenggunakannya jadi senjata. 

“Ada satu detil yang beberapa alat temukan, seseorang ball boy, Saya melatih club yang tidak sempat pahami utamanya ball boy,” sebut Mourinho. 
“Anda ingin lakukan lemparan cepat, ball boy tahu anda ingin mengerjakannya. Bola harus datang secara cepat, walau Anda menang, kecepatan, sepakan gawang, serta tempo permainan penting, ball boy, dalam susunan yang penting bisa mengambil sisi.” 

“Saya ialah ball boy, ball boy yang hebat. Saat saya jadi ball boy untuk pemain yang akan lakukan sepakan pojok, saya tetap tahu pemain itu inginkan bola, jadi pemain tidak perlu menyentuh bola, saya ketahui itu dari seseorang pemain dari team kampung halaman saya,” papar Mourinho memberikan tambahan. 

Diluar itu, pelatih dari Portugal itu memberikan pujian pada Trent Alexander-Arnold serta Divock Origi yang dapat membaca kondisi secara cepat, saat Barcelona tengah mengendalikan pertahanan. 
Jose Mourinho sekarang tengah menganggur selesai diberhentikan oleh Manchester United pada Desember 2019. 

Sekarang, pelatih berumur 56 tahun itu sedang jadi pengamat tv serta dikait-kaitkan untuk mengatasi Juventus dan Paris Saint Germain untuk musim depan.